|
Kusuma Wardani menjelaskan, UN SMP di Bali tahun ini diikuti sebanyak 49.291 siswa. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan lulus sebanyak 48.844 siswa (99,09 persen). Sisanya, sebanyak 447 siswa harus mengulang alias tidak lulus UN. Sementara, SMPN 1 Denpasar menduduki tangga teratas dalam daftar 10 besar sekolah SMP di Bali berdasarkan nilai total rata-rata yang diperoleh siswanya. Nilai UN SMPN 1 Denpasar mencapai rata-rata 36,80. Disusul SMPN 1 Tabanan di posisi kedua dengan nilai total rata-rata 36,60, kemudian SMPN 1 Sukawati dengan nilai total rata-rata 36,52. Di posisi empat, ditempati SMPN 3 Denpasar dengan nilai rata-rata 36,07, SMPN 10 Denpasar dengan rata-rata 35,74, SMPN 1 Kuta dengan rata-rata 35,30, SMPN 4 Kediri dengan rata-rata 35, 25, SMPN 4 Marga dengan rata-rata 35, 23, SMPN 4 Tabanan rata-rata 35,09, dan SMPN 2 Sukawati dengan rata-rata 35,04.
Bahkan secara keseluruhan, Kabupaten Gianyar meraih total nilai 25,60 (rata-rata 8,53) dengan perincian bahasa Indonesia 8,30, bahasa Inggris 8,79, dan matematika 8,51.
Wardhani menambahkan, persentase kelulusan peserta UN SMP/MTs dan SMP Terbuka di Bali pada tahun ajaran ini meningkat dibandingkan tahun ajaran 2006/2007 lalu. Tahun lalu, jumlah peserta UN tercatat 48.375 orang. Rinciannya, 47.718 orang (98,64%) berhasil lulus dan 657 orang lagi tidak lulus. Ini berarti, peningkatan persentase kelulusan untuk tahun ajaran ini mencapai 0,45%.
Berbagai strategi pembelajaran, baik dengan memperpanjang jam belajar di luar waktu belajar reguler, membuat program- program khusus untuk mengasah kemampuan siswa, hingga pembiasaan mengerjakan aneka jenis soal dengan tingkat kesulitan beragam itu adalah sebagian dari kiat yang diterapkan oleh pengelola sekolah-sekolah berprestasi untuk "menaklukkan" UN. Untuk itu, kerja keras sekolah dan peserta didik sebagaimana diinginkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla memang sudah mereka tunjukkan. Hasilnya pun amat menggembirakan. Bahkan bagi sementara orang tergolong luar biasa... (balik nar)
|